biologikuindah

Just another WordPress.com site

Firasat memang tak pernah salah April 9, 2012

Filed under: Uncategorized — liasavitriromdani @ 12:37 pm

Minggu, 8 April 2012 saya dan kawan-kawan pergi ke suatu tempat dimana setiap minggu pagi mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WITA banyak orang berolah raga dan bersepeda, itulah tempat yang cukup populer disebut dengan Udayana. Memang setiap Minggu pagi tidak boleh ada kendaraan melintasi daerah tersebut, hal ini dikarenakan pemerintah ingin membudidayakan khususnya masyarakat NTB untuk berolahraga . hari itu disebut dengan “car free day” atau hari bebas kendaraan.  Seperti yang kita ketahui, disamping makanan yang bergizi dan seimbang kita juga perlu untuk berolahraga untuk memenuhi kesehatan yang seutuhnya. Terlepas dari itu, ada suatu peristiwa yang menyangkut firasat saya sendiri. Sebelum kami memutuskan untuk berangkat ke tempat tersebut ada beberapa kejadian yang saya alami yang sangat berhubungan dengan firasat saya.

Saat itu saya bangun pukul 06.00 Wita, seperti biasa, saya selalu menyalakan alarm pada sebuah handphone sederhana saya , dengan tujuan agar saya dapat bangun dengan tepat waktu. Kemudian, setelah itu saya sholat shubuh. Setelah sholat shubuh, saya rasanya ingin tidur kembali, karena mengingat pada malam itu saya tidur sekitar pukul 01.30 Wita. Akhirnya, saya memutuskan untuk tidur kembali dan mengabaikan rencana saya untuk pergi berolahraga bersama teman – teman saya. Namun, adik saya membangunkan saya dan meminta saya untuk bersiap –siap untuk pergi. Saya akhirnya terpaksa untuk mengikuti permintaannya. Karena selain pergi dengan teman – teman ,saya juga mengajak adik sepupu saya untuk ikut berolahraga bersama saya dan teman – teman saya.

Setelah saya dan adik sepupu saya siap, kami menuju rumah tetangga saya yang nantinya akan ikut pergi berolahraga bersama. Setelah sekian kali saya memanggil di depan rumahnya, tidak seorang pun mendengar suara saya. Saya berfikir, kalau dia belum bangun dan lupa akan rencana kita sebelumnya. Akhirnya saya menelpon dan mengiriminya pesan, tapi tidak ada balasan juga. Saya tidak mungkin akan pergi berdua saja dengan adik sepupu saya , karena saya sendri belum terlalu tahu daerah Mataram. Akhirnya saya dan adik sepupu saya memutuskan untuk menunggu sampai dia membalas pesan singkat yang saya kirimkan untuknya. Beberapa saat kemudian ia membalas pesan singkat tersebut, dan ternyata saya kecewa dengan balasanya.

Berikut percakapan singkat kami melalui sebuah pesan singkat :

Hany : “ Mbak Lia, maaf yaa, Hani gak bisa ikut, cz, hani baru bangun tidur neh, belum siap –siap”

Lia : “ Ohh,,hmmm ya gak papa ,hani. Kami tunggu , ok dah cpetan siap – siapnya”.

Hany : “ mmm, maaf mbak Lia, lanjud aja dah , hani gak jadi ikut”.

Membaca pesan singkat yang terakhir, saya sangat kecewa dan tidak membalas pesan tersebut. Saya mengurungkan niat saya untuk pergi berolahraga. Namun , adik sepupu saya lagi – lagi meminta saya untuk tetap pergi. Saya mengatakan pada adik sepupu saya bahwa saya belum mengusai daerah Mataram ini, bahkan saya tidak tahu jalan pergi menuju Udayana, yang saya harapkan hanya teman saya yang bernama Hani tersebut yang akan menunujukkan kami jalan menuju Udayana. Tapi, kenyataannya Hani dengan alasannya yang cukup masuk akal tidak dapat ikut dengan kami. Akhirnya, adik sepupu saya memutuskan untuk menelpon kerabat dekatnya dan memintanya untuk menemani kami pergi ke Udayana. Namanya Ragil. Saat pertama kali kenal dengan anka itu saya langsung akrab dengannya karena dia merupakan anak yang ramah dan pandai bergaul dengan siapa saja. Terlepas dari itu Ragil menyetujui bahwa ia akan menemani saya dan adik sepupu saya untuk pergi ke Udayana.

Saat Ragil tiba, ia mengendarai sebuah sepada yang cukup bagus dengan hiasan warna biru pada badan sepeda tersebut. Kemudian saya dan adik sepupu saya juga akan mengendarai sepeda menuju Udayana.

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.10 Wita , saya, adik sepupu saya(Putri), dan Ragil akan berangkat menju Udayana. Tidak jauh dari rumah, rantai sepeda yang saya kendarai terputus, saya terkejut dan turun dari sepeda untuk memperbaikinya. Ragil dan putri juga turut membantu saya untuk memperbaikinya, namun dengan kemampuan yang kami miliki , kami tidak dapat memperbaikinya. Akhirnya, ada orang yang berbaik hati yang ingin membantu kami untuk memperbaikinya. Namun orang tersebut mengatakan bahwa ia tidak dapat memperbaiki rantai sepeda yang saya kendarai. Ia mengatakan bahwa sepeda yang saya kendarai hanya dpat diperbaiki di bengkel sepeda. Harapan saya semakin memudar untuk pergi ke Udayana. Namun lagi,lagi dan lagi, adik sepupu saya meminta saya untuk melanjutkan perjalanan, saya tidak bisa menoalak permintaanya karena saya

telah berjanji padanya bahwa saya akan mengajaknya jalan – jalan minggu itu. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami untuk pergi berolahraga dengan mengendarai sepeda motor. Saya mengendarai sepeda motor sendiri sementara ragil dan putri mengendarai sebuah sepeda motor.

Sesampainya disana kami langsung parkir pada tempat yang telah disediakan, karena kendaraan bermotor tidak boleh melewati daerah itu. Setalah parkir sepeda motor kami pun berlari – lari sambil bermain. Disana kami melihat berbagai macam orang dengan berbagai macam style yang mereka miliki,kami pun selalu memperhatikan jika ada orang yang style nya menarik ataupun aneh untuk dilihat. Hal tersebut membuat kami merasa senang dan menikmati jogging pada pagi itu.

Tidak terasa , perut kami mulai keroncongan, kami memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu kemudian melanjutkan kegiatan kami. Kami menuju sebuah gerobak sederhana yang menjual makanan dimana tempat itu didatangi oleh banyak orang. Tepatnya , kami membeli nasi campur. Tanpa memikirkan uang yang kami miliki terlebih dahulu, kami memilih lauk dengan sepuasnya. Setelah penjual nasi campur itu selesai melayani kami ,tiba saatnya untuk membayar semua makanan tersebut.

Tiba – tiba saya terkejut mendengar ucapan pedagang tersebut, saya tidak menyangka kalau nasi yang akan kami bayar tersebut sangat mahal. Padahal nasi tersebut terlihat biasa – biasa saja, tidak ada yang spesial dan kami menyangka kami akan mampu membayarnya tanpa bertanya terlebih dahulu pada pedagang tersebut.

Akhirnya saya dan teman – teman memutuskan untuk memakan terlebih dahulu nasi campur itu, sambil memikirkan apa yang akan kami lakukan nanti untuk menutupi kekurangan uang yang kami miliki. Pada saat itu, rasanya saya ingin saja kembali ke rumah dan tidak akan pergi menuju Udayana. Ini merupakan puncak dari segala peristiwa yang saya alami sebelum berangkat menuju Udayana. Saya merasa sangat malu jika saya tidak dapat membayar makanan tersebut. Kebetulan adik sepupu saya dan temannya hanya membawa uang yang sekiranya tidak cukup untuk membayar makanan tersebut, walaupun kami telah menggabungkan uang – uang kami. Rasa lapar yang sebelumnya saya rasakan berubah menjadi  tidak nafsu makan. Makanan yang saya rasa cukup mahal tersebut, tidak saya makan, karena saya sempat merasa kesal pada pedagang tersebut, mengapa nasi campur dengan lauk yang dapat dibilang cukup sederhana dan standar tidak seseuai dengan perkiraan kami.

Tak henti – hentinya saya berfikir bagaimana caranya agar saya bisa membayar nasi tersbut, sementara nasi itu sudah akan habis kami makan. Kami bertiga sepakat untuk memakan nasi tersebut secara perlahan dengan maksud agar sambil makan kami memikirkan solusinya. Akhirnya saya berencana untuk menelpon teman saya. Saya menelpon Hani. Hani yang tadinya membatalkan rencana utnuk ikut bersama kami akhirnya terpaksa saya memintanya untuk menemui kami di Udayana dengan membawakan kami sejumlah uang yang akan kami gunakan untuk membayar nasi campur tersebut. Hani merupakan teman yang cukup baik. Disaat saya atau yang lainnya membutuhkan dirinya pasti dia selalu ada untuk orang yang membutuhkannya. Itulah kehebatan dari dirinya yang sebelumnya tak pernah saya temukan.

Beberapa menit setelah saya menghubungi Hani. Hani akhirnya datang juga dan memberikan kami uag=ng untuk membayar kekurangannya. Hani segera pulang dengan temannya. Saat kami selesai makan, dan tiba saatnya kami membayar, ternyata pedagan nasi tersbut tahu apa yang sedang kami alami. Dia tahu bahwa uang kami tidak cukup untuk membayar. Ya Tuhan, saya sangat malu sekali pada saat itu. Tapi ternyata pedagang itu baik sekali dan memberikan kami discount harga nasi yang kami beli. Saya tidak menyangka kalau pedangang nasi tersebut akan melakuakan hal seperti itu. Ahhh.. lega rasanya!.

Jika kami mengetahui kalau pedagang tesebut akan memberikan kami discount, maka saya dan teman – teman seharusnya tidak usah takut dan dan malu. Tapi itulah perjuangan kami untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kami beli.

Akhirnya saya dan teman – teman langsung pulang.

Dirumah saya termenung , mengingat rentetan kejadian yang saya alami. Jika saya tidak pergi maka saya tidak akan mendapat masalah seperti itu. Sebelum pergi saya sempat bermimpi kalau di dalam mimpi tersebut saya dan kawan – kawan tidak jadi pergi ke Udayana. Tapi dengan permintaan adik sepupu saya maka akhirnya saya pergi dan mengalami peristiwa tersebut. Tapi saya rasa hal tersebut akan menjadi pengalaman baik bagi saya, saya dapat belajar dari pengalaman itu. Pertama, kita tidak boleh mengabaikan apa kata hati kecil kita, karena sesungguhnya bisikan yang sangat halus kecil dan lembut itu adalah bisikan malaikat, dan bisikan yang sifatnya keras dan menggebu- gebu itu tandanya bisikan setan. Selain itu juga saya harus bertanya terlebih dahulu tentang apa yang belum saya ketahui.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s