biologikuindah

Just another WordPress.com site

Ringkasan Jurnal June 15, 2012

Filed under: Uncategorized — liasavitriromdani @ 7:49 am

Rute Migrasi dan perilaku mencari makan penyu belimbing zaitun Lepidochelys olivaceae klik untuk download

 

Rute Migrasi dan perilaku mencari makan dari penyu belimbing zaitun Lepidochelys olivaceae di Australia

Ekologi merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang lingkungan. Ekologi mencari makan penyu Lepidochelys olivaceae terancam punah. Penyu belimbing zaitun Lepidhochelys olivaceae hidup di Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Penyu ini diklasifikasikan terancam punah di Australia dibawah perlindungan Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Undang – Undang 1999 dan secara internasional oleh Daftar Merah IUCN 2004. Penyu ini kurang dikenal di Australia. Ini disebabkan karena pengetahuan yang sangat  terbatas khususnya dibidang biologi terutama bagi  para sektor perikanan yang kurang mengetahui tentang penyebaran mencari makan dari penyu ini  yang dapat diketahui dari pengankapan ikan dengan jaringan pukat atau pemboman. Penelitian ini dapat dikatakan sulit karena sarang penyu yang letaknya jauh dari pantai dan habitat mencari makan mereka tampaknya terjadi di air keruh dengan kedalaman lebih dari 10m.

            Penelitian ini dilakukan terhadap 8 penyu Lepidochelys olivaceae dengan melekatkan pemancar satelit untuk delapan penyu tersebut. Penelitian dilakukan pada tahun 2004 dan 2005 di sebuah pantai yang bersarang  di Wilayah Utara Australia. Pemancar satelit itu akan di lekatkan pada penyu untuk mendokumentasikan rute migrasi mereka dan perilaku – perilaku mencari makannya. Data dari perikanan laut Udang (NPF) yang membentang di Australia menunjukkan bahwa penangkapan penyu belimbing  dewasa seringkali ditangkap sebelum adanya Perangkat Penyu Excluder(TEDs) pada tahun 2000. Sebagian besar juga banyak

ditangkap di  teluk Carpentaria, timur Kimberley dan beberapa daerah dibagian utara teritorial.

            Penyu belimbing  Lepidochelys olivaceae merupakan sebagian besar pelagis yang memiliki gerakan mengembara searah. Beberapa studi satelit pelacakan telah mengkonfirmasi perilaku mencari makan kelautan untuk jantan dewasa, betina dewasa, dan anak dari penyu belimbing Lepidochelys olivaceae yang dapat mencakup hingga beberapa ribu kilometer persegi. Di India dan Pasifik timur telah dicatat bahwa Lepidochelys olivaceae membuat rute migrasi yang panjang pasca bersarang. Rute migrasi dan perilaku mencari makan penyu ini tidak diketahui di Australia. Oleh sebab itu dilakukan penelitian di daerah ini dengan tujuan memperoleh wawasan tentang perilaku bersarang, mengidentifikasi rute migrasi, dan mengidentifikasi daerah – daerah mencari makan dalam kaitannya dengan ancaman potensial.

            Metode yang digunakan yaitu dengan melekatkan pemancar satelit terhadapa 8 penyu Lepidochelys olivaceae. Penyu dibiarkan untuk meyelesaikan aktivitasnya sebelum kembali ke sarangnya. Setiap penyu ditandai dengan masing –masing sirip yang dimiliki dengan nomor titanium yang unik.

             Habitat bersarangnya mengunjungi daerah dengan kedalaman miring dan air dengan kedalaman antara 45 dan 55 m. Setelah bersarang pada musim tertentu, semua kura – kura itu menempuh perjalanan sejauh 180 dan 1050 km ke area mencari makan. Arah dari perpindahan semua penyu bervariasi dengan kecepatan rata – rata dari 0,87 km/jam sampai 1,54 km/jam dan waktu untuk menempuh daerah mencari makan berkisar antara 5.5 sampai 34 d. Semua penyu tetap dalam 240 km dari areal sarangnya, tidak ada penyu yang berjalan menuju pesisir perairan atau landas kontingen sebuah negara tetangga.

            Perilaku bersarang penyu belimbing zaitun Lepidochelys olivaceae menunjukkan perilaku tidak konsisten. Penyu menggunakan perilaku bersarang pada jarak  37 km dari pantai. Interaksi potensial negative antar bersarang penyu menunjukkan bahwa harus dibatasi  wilayah di luar habitat antar bersarang sekitar pantai petelur agar tidak terancam punah. Semua penyu membuat perpindahan yang relatif searah pada daerah mencari makan dengan jarak yang diamati hanya sedikit lebih panjang dari garis lurus. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah lokasi mencari makan menjadi sasaran yang berbeda dari gerakan mencari makan dan berbeda dari gerakan mengembara yang diamati di Pasifik. Semua penyu tetap pada dekat sarang kontingen yang juga berbeda dari gagasan bahwa penyu belimbing zaitun Lepidochelys olivaceae yang ,menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidak berbiak di perairan laut dan cepat berimigrasi kembali ke perairan laut sekali pembiakan selesai.

            Penelitian ini menunjukkan beberapa daerah mencari makan dan habitat ekologi makan penyu. Daerahnya meliputi teluk Carpentaria, teluk Joseph Bona-parte, didekat Semenanjung Cobourg, sarang disebelah ujung Utara wilayah utara Australia. Perilaku makan penyu belimbing  terlihat dari lokasi

mencari makan yang berlawanan dari tiga penyu. Berdasarkan data, daerah mencari makan berkisar antara kurang dari 20 hingga 150 m. Tidak diketahui apakah kura – kura dalam penelitian ini adalah secara eksklusif memakan bentik( bintang yang biasa hidup dibawah laut) seperti yang dilaporkan di Samudra Pasifik.

            Rute migrasi dan daerah mencari makan dari penyu ini berlawanan dengan kegiatan di bidang pertambangan di Australia. Eksplorasi minyak gas dan pertambangan aktif di barat laut Australia menyebabkan tumpang tindih dengan daerah mencari makan di teluk Joseph Bona. Sehingga menyebabkan kerusakan habitat mencari makan dari penyu seperti bentik (hewan kecil di dasar laut) tidak didokumentasikan di daerah ini. Sebagai kesimpulan sekaligus penutup penelitian ini menunjukkan bahwa : 1)penyu dari pantai bersarang  digunakan secara geografis dan ekologis untuk melihat  daerah mencari  makan yang berbeda, 2) daerah mencari makan penyu diprediksi pada daerah yang memiliki bentik sebagai  sumber makanan, 3) Selama migrasi dan mencari daerah makan, dibelitkan dengan kegiatan pertambangan, dan 4) perilaku bersarang penyu ditunjukkan dengan  bermigrasi ke pantai bersarang.

(Disarikan dari: S.D. Whiting, J. L. Long and M. Coyne. 2007. Migration routes and foraging behaviour of olive ridley turtles Lepidhochelys olivaceae in northern Australia. 3: 1-9.)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s